Senin, 27 Mei 2013

Contoh proposal skripsi


SISTEM PENDETEKSI WAJAH MANUSIA
PADA CITRA DIGITAL

(PROPOSAL SKRIPSI)





                                       




diajukan oleh

                                           Darari Albajilly

Npm:29110373


Kepada

JURUSAN SISTEM KOMPUTER
UNIVERSITAS GUNADARMA
LEMBAR PERSETUJUAN


Proposal Skripsi dengan judul

SISTEM PENDETEKSI

                                                  WAJAH MANUSIA PADA CITRA DIGITAL



yang diajukan oleh

                                  Darari Albajilly

Npm: 29110373


telah disetujui oleh Jurusan Sistem Komputer universitas gunadarma dengan dosen pembimbing:
1.Missa Lamsani S.Kom,MT
2. Bramantyo S.Kom,MT



Depok, tanggal 28 mei 2013
Ketua Jurusan Sistem Komputer



                                                                                                                               DR.ing Farid Thalib                           




IMPLEMENTASI SISTEM PENDETEKSI
WAJAH MANUSIA PADA CITRA DIGITAL


1. LATAR BELAKANG

Dewasa ini teknologi pengenalan wajah semakin banyak diaplikasikan, antara lain untuk sistem pengenalan biometrik (yang dapat juga dikombinasikan dengan fitur biometrik yang lain seperti sidik jari dan suara), sistem pencarian dan pengindeksan pada database citra digital dan database video digital, sistem keamanan kontrol akses area terbatas, konferensi video, dan interaksi manusia dengan komputer.
Dalam bidang penelitian pemrosesan wajah (face processing), pendeteksian wajah manusia (face detection) adalah salah satu tahap awal yang sangat penting di dalam proses pengenalan wajah (face recognition). Sistem pengenalan wajah digunakan untuk membandingkan satu citra wajah masukan dengan suatu database wajah dan menghasilkan wajah yang paling cocok dengan citra tersebut jika ada. Sedangkan autentikasi wajah (face authentication) digunakan untuk menguji keaslian/kesamaan suatu wajah dengan data wajah yang telah diinputkan sebelumnya. Bidang penelitian yang juga berkaitan dengan pemrosesan wajah adalah lokalisasi wajah (face localization) yaitu pendeteksian wajah namun dengan asumsi hanya ada satu wajah di dalam citra, penjejakan wajah (face tracking) untuk memperkirakan lokasi suatu wajah dalam video secara real time, dan pengenalan ekspresi wajah (facial expression recognition) untuk mengenali kondisi emosi manusia (Yang, 2002).
Pada kasus tertentu seperti pemotretan untuk pembuatan KTP, SIM, dan kartu kredit, citra yang didapatkan umumnya hanya berisi satu wajah dan memiliki latar belakang seragam dan kondisi pencahayaan yang telah diatur sebelumnya sehingga deteksi wajah dapat dilakukan dengan lebih mudah. Namun pada kasus lain sering didapatkan citra yang berisi lebih dari satu wajah, memiliki latar belakang yang bervariasi, kondisi pencahayaan yang tidak tentu, dan ukuran wajah yang bervariasi di dalam citra. Contohnya adalah citra yang diperoleh di bandara, terminal, pintu masuk gedung, dan pusat perbelanjaan. Selain itu juga pada citra yang didapatkan dari foto di media massa atau hasil rekaman video. Pada kasus tersebut pada umumnya wajah yang ada di dalam citra memiliki bentuk latar belakang yang sangat bervariasi.
Penelitian ini akan difokuskan pada masalah pendeteksian wajah. Dengan sistem pendeteksi wajah yang akurat, maka proses selanjutnya yaitu pengenalan wajah dapat dilakukan dengan lebih mudah.

2. PERUMUSAN MASALAH

Masalah deteksi wajah dapat dirumuskan sebagai berikut: dengan masukan berupa sebuah citra digital sembarang, sistem akan mendeteksi apakah ada wajah manusia di dalam citra tersebut, dan jika ada maka sistem akan memberitahu berapa wajah yang ditemukan dan di mana saja lokasi wajah tersebut di dalam citra. Keluaran dari sistem adalah posisi dari subcitra yang berisi wajah yang berhasil dideteksi.

3. BATASAN MASALAH

Pada sistem deteksi wajah ini diberikan pembatasan masalah sebagai berikut:
·         Citra masukan yang digunakan adalah hitam putih dengan 256 tingkat keabuan (grayscale).
·         Wajah yang akan dideteksi adalah wajah yang menghadap ke depan (frontal), dalam posisi tegak, dan tidak terhalangi sebagian oleh objek lain.
·         Metode yang dipakai adalah jaringan syaraf tiruan multi-layer perceptron dengan algoritma pelatihan back-propagation.

4.  TUJUAN PENELITIAN

Penelitian bertujuan untuk membuat suatu desain dan implementasi sistem deteksi wajah dengan masukan berupa citra digital sembarang. Sistem ini akan menghasilkan subcitra yang berisi wajah-wajah yang berhasil dideteksi.

5. MANFAAT PENELITIAN

Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai langkah awal untuk membangun sistem pemrosesan wajah yang menyeluruh, yang bisa diaplikasikan pada sistem pengenalan wajah atau verifikasi wajah. Program aplikasi yang dibuat juga dapat dijadikan bahan untuk penelitian lebih lanjut di bidang yang berkaitan.
Dengan penyesuaian tertentu, metode yang digunakan mungkin dapat juga dimanfaatkan untuk sistem deteksi objek secara umum yang tidak hanya terbatas pada wajah, misalnya deteksi kendaraan, pejalan kaki, bahan produksi, dan sebagainya.
Dari hasil penelitian ini juga diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih baik terhadap jaringan syaraf tiruan, dan pengaruh berbagai parameter yang digunakan terhadap unjuk kerja pengklasifikasi jaringan syaraf tiruan.

6. METODE PENELITIAN

Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini terdiri dari langkah-langkah berikut:
·         Melakukan studi kepustakaan terhadap berbagai referensi yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan. Topik-topik yang akan dikaji antara lain meliputi: pengenalan pola, pengolahan citra digital, pendeteksian objek secara umum, pendeteksian wajah, dan jaringan syaraf tiruan.
·         Menyiapkan training data set yang akan digunakan untuk proses pembelajaran dari sistem. Data wajah yang digunakan akan melalui praproses berupa resizing menjadi 20x20 pixel, masking, dan histogram equalization.
·         Merancang sistem pendeteksi wajah dengan jaringan syaraf tiruan, kemudian membuat program aplikasinya.
·         Melakukan pelatihan pada sistem dengan training data set yang telah disiapkan sebelumnya.
·         Melakukan pengujian unjuk kerja sistem. Unjuk kerja pada sistem pendeteksi wajah diukur dengan menghitung detection rate dan false positif rate.

7.  JADWAL PENELITIAN


No.

Kegiatan

Bulan / tahun

Okt
03
Nop
03
Des
03
Jan
04
Feb
04
Mar
04
1
Studi Kepustakaan






2
Penulisan Proposal






3
Pengumpulan Data






4
Pembuatan Sistem/Program






5
Pengujian Sistem






6
Penulisan Laporan Akhir








8.  DAFTAR PUSTAKA
L. Fausett, 1994, Fundamentals of Neural Networks: Architectures, Algorithms, and Applications, Prentice-Hall Inc., USA.

R.C. Gonzalez, R.E. Woods, 1992, Digital Image Processing, Addison-Wesley Publishing Company, USA.

E. Hjelmas, B.K. Low, 2001, “Face Detection: A Survey”, Computer Vision and Image Understanding. 83, pp. 236-274.

H. Rowley, S. Baluja, T. Kanade, 1998, “Neural Network-Based Face Detection”, IEEE Trans. Pattern Analysis and Machine Intelligence, vol. 20, no. 1.


M.H. Yang, D. Kriegman, N. Ahuja, 2002, “Detecting Faces in Images: A Survey”, IEEE Trans. Pattern Analysis and Machine Intelligence, vol. 24, no. 1.

Jumat, 24 Mei 2013

Tugas Bahasa Indonesia ke 7


PROPOSAL





A. DEFINISI PROPOSAL

Pengertian dari proposal adalah sebuah tulisan yang dibuat oleh si penulis yang bertujuan untuk menjabarkan atau menjelasan sebuah tujuan kepada si pembaca (individu atau perusahaan), sehingga mereka memperoleh pemahaman mengenai tujuan tersebut lebih mendetail. Diharapkan dari proposal tersebut dapat memberikan informasi yang sedetail mungkin kepada si pembaca, sehingga akhirnya memperoleh persamaan visi, misi, dan tujuan. Ada beberapa hal yang biasanya di detailkan dalam proposal bisnis:
1. Penjabaran mendetail mengenai tujuan utama dari si penulis kepada pembacanya.
2. Penjabaran mendetail mengenai proses bagaimana mencapai tujuan si penulis kepada pembacanya.
3. Penjabaran mendetail mengenai hasil dari proses yang telah dijabarkan diatas sehingga mencapai tujuan yang diinginkan oleh si penulis dan juga si pembaca.
Proposal merupakan rencana yang dituangkan dalam bentuk rancangan kerja. Proposal dibuat dengan tujuan untuk mendapatkan izin atau persetujuan atas kegiatan yang akan dilaksanakan.
B. SISTEMATIKA PROPOSAL
Dalam pembuatan proposal perlu diperhatikan bagaimana sistematika penulisan sebagai berikut :
1. Judul
 •Adalah Pemikiran utama dalam membuat rencana
2. Pendahuluan
• Berisi tentang hal-hal dan kondisi umum yang melatarbelakangi dilaksanakan kegiatan tersebut.3. Latar belakang Masalah
• Hubungan kegiatan tersebut dalam kehidupan sehari-hari(nyata).
• Point-point pembahasan pada pendahuluan ini, mengacu pada komponen S-W-O-T yang telah dibahas sebelumnya.
4. Dasar Pemikiran
• Berisi tentang dasar yang digunakan dalam pelaksanaan, misalnya: Tri Darma Perguruan Tinggi, program kerja pengurus dan lain-lain.
• Jika kegiatan tersebut bukan dari organisasi, maka didasarkan secara umum, misalnya : Peraturan Pemerintah No sekian
5. Tujuan
• Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan tersebut ( umum dan khusus).
• Tentukan juga keluaran ( output ) yang dikehendaki seperti apa
6. Tema
• Tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut
7. Jenis Kegiatan
• Diperlukan untuk menjelaskan rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan jika kegiatannya lebih dari satu.
• Menjelaskan bentuk dari kegiatan tersebut. Misal: berupa Seminar, Pelatihan, penyampain materi secara lisan, Tanya jawab dan simulasi dll.
8. Sasaran/Peserta
• Menjelaskan tentang objek atau siapa yang akan mengikuti kegiatan tersebut ( atau lebih kenal dengan peserta).
9. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
• Tentukan dimana, hari, tanggal, bulan, tahun serta pukul berapa akan dilaksanakan kegiatan tersebut.
10. Anggaran Dana
• Dalam anggaran disini, hanya disebutkan jumlah total pemasukan dan pengeluaran yang diperkirakan oleh panitia, sedangkan rinciannya dibuat dalam lampiran tersendiri.
11. Susunan Panitia
• Dalam halaman atau bagaian susuna panitia, biasanya hanya ditulis posisi yang penting-penting saja, seperti Pelindung Kegiatan, Ketua panitia, Streering Commite dll, sedangkan kepanitian lengkap dicantumkan dalam lampiran.
12. Jadwal Kegiatan
• Dibuat sesuai dengan perencanaan dalam kalender Kegiatan yang telah disusun sebelumnya.
• Atau bisa juga ditulis terlampir, jika jadwalnya banyak.
13. Penutup
• Berisi tentang harapan yang ingin dicapai dan mohon dukungan bagi semua pihak.
• Ditutup dengan lembar pengesahan proposal
• Terakhir, diikuti dengan lampiran.
C. PERBEDAAN ANTARA ILMIAH, POPULER DAN NON ILMIAH
Sebuah laporan dan porposal yang sangat mirip dalam organisasi. Terdapat perbedaan, namun halus, yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut :
a. Laporan :
1. Ditulis untuk seseorang yang memiliki otoritas (misalnya manajer, bos, direktur, pejabat publik, dll) atau rekan (colleauge, misalnya asosiasi, teman sekelas, dll).
2. Biasanya formal dalam register
3. Penulis menggunakan bahasa yang terkait dengan menyatakan pendapat, daftar alasan, membuat rekomendasi.
4. Tertulis kepada orang yang dapat mengambil tindakan atau mempengaruhi hasil.
5. Mungkin atau mungkin tidak memiliki judul
Tujuan umum laporan ini adalah untuk mengidentifikasi masalah tertentu, menjelaskannya dan merekomendasikan tindakan yang akan mengarah pada solusi.
b. Proposal :
1. Tertulis kepada seseorang yang perlu membuat keputusan biasanya yang melibatkan pengeluaran atau investasi uang (misalnya klien atau pelanggan, komite, seseorang yang bertanggung jawab atas keuangan dalam perusahaan atau organisasi, dll).
2. Biasanya formal dalam register, tetapi juga bisa semi-formal ketika ditujukan kepada komite yang merupakan kolega.
3. Penulis menggunakan bahasa sedemikian rupa sehingga ia persuasif, selain daftar alasan dan membuat saran.
4. Ditulis untuk seseorang yang keputusan langsung akan bermanfaat bagi penulis dalam beberapa cara (penulis misalnya adalah seorang tenaga penjualan) atau kelompok penulis milik (misalnya tim atletik lokal amatir yang membutuhkan dukungan).
5. Mungkin tidak mungkin tidak memiliki judul.
Tujuan umum dari proposal adalah mengidentifikasi kebutuhan tertentu, menjelaskannya dan menyarankan bagaimana kebutuhan ini terbaik dapat dipenuhi.
D. CONTOH PROPOSAL
PANITIA PERINGATAN HUT KEMERDEKAAN RI KE 58
REMAJA LINGKUNGAN RT 03 (SATU NUSA)
(021) 6576483956,jl raya  jaya,,no 26 blok e jakarta pusat ______________________________________________________________________________
PROPOSAL
I. Pendahuluan
Kemerdekaan adalah hak segala bangsa, yang perlu kita syukuri dan pertahankan setelah memperolehnya. Kemerdekaan merupakan jembatan emas menuju pembangunan bangsa yang pada akhirnya terwujudnya sebuah masyarakat yang adil dan makmur. Masa depan sebuah bangsa terletak pada pundak para generasi mudanya, untuk itu perlu adanya usaha untuk mewujudkan generasi penerus yang unggul sehingga mampu berperan serta aktif dalam pembangunan. Berdasarkan hal tersebut, maka kami SATU NUSA bermaksud mengadakan suatu kegiatan untuk ikut berpartisipasi aktif dalam pembinaan generasi muda sekaligus untuk memperingati HUT RI ke – 58.
II. Tujuan
A. Bagi Remaja
1. Memperingati HUT Kemerdekaan RI ke – 58
2. Mempererat tali persaudaraan antar warga
3. Membina generasi muda untuk aktif dan kreatif
4. Menggali potensi generasi muda dalam rangka mewujudkan tunas-tunas bangsa yang mandiri dan terampil.
B. Bagi Pihak usaha
1. Ikut berpatisipasi dan memeriahkan acara peringatan HUT Kemerdekaan RI
2. Merupakan sarana promosi usaha kepada masyarakat
3. Merupakan sarana untuk lebih mendekatkan diri kepada masyarakat
III. Nama Kegiatan
Nama kegiatan yang akan kami laksanakan adalah “ GEBYAR TUJUH BELASAN ”
IV. Pelaksanaan Kegiatan
Hari / tanggal : Minggu, 10 Agustus 2003
Waktu : 07.00 – selesai
Tempat : Semanggi
V. Susunan Panitia
Pelindung : Ketua RT 03 RW 01
Penanggung Jawab : Ketua Remaja RT 03 RW 01
Ketua Panitia : Anan
Sekretaris : Budi
Bendahara : Andra
Sie Konsumsi : Fifi dan Tatik
Sie Dekdok :Bela dan Umam
Sie Acara : Ulya dan Syaman
Sie Pendanaan : Buya dan Surya
Pembantu Umum : Adira dan Kunan
VI. Penutup
Demikian proposal ini kami susun agar kegiatan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Ri ke 58 dapat terlaksanan dengan baik dan lancar serta mendapat persetujuan dan dukungan dari semua pihak.
Semanggi, 12 Juni 2003
Ketua Remaja,
Anan
Sekretaris,
Budi
Mengetahui,
Ketua RT
Basari
Ketua RW
Ananto
E. SUMBER PUSTAKA
http://id.shvoong.com/society-and-news/environment/2043788-pengertian-proposal/
http://mystroberi.blogspot.com/2010/10/sistematika-proposal.html
http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://wiki.answers.com/Q/What_is_the_difference_between_a_proposal_and_a_report
http://id.shvoong.com/how-to/writing/2061365-contoh-proposal-kegiatan/
PROPOSAL
A. DEFINISI PROPOSAL
Pengertian dari proposal adalah sebuah tulisan yang dibuat oleh si penulis yang bertujuan untuk menjabarkan atau menjelasan sebuah tujuan kepada si pembaca (individu atau perusahaan), sehingga mereka memperoleh pemahaman mengenai tujuan tersebut lebih mendetail. Diharapkan dari proposal tersebut dapat memberikan informasi yang sedetail mungkin kepada si pembaca, sehingga akhirnya memperoleh persamaan visi, misi, dan tujuan. Ada beberapa hal yang biasanya di detailkan dalam proposal bisnis:
1. Penjabaran mendetail mengenai tujuan utama dari si penulis kepada pembacanya.
2. Penjabaran mendetail mengenai proses bagaimana mencapai tujuan si penulis kepada pembacanya.
3. Penjabaran mendetail mengenai hasil dari proses yang telah dijabarkan diatas sehingga mencapai tujuan yang diinginkan oleh si penulis dan juga si pembaca.
Proposal merupakan rencana yang dituangkan dalam bentuk rancangan kerja. Proposal dibuat dengan tujuan untuk mendapatkan izin atau persetujuan atas kegiatan yang akan dilaksanakan.
B. SISTEMATIKA PROPOSAL
Dalam pembuatan proposal perlu diperhatikan bagaimana sistematika penulisan sebagai berikut :
1. Pendahuluan
• Berisi tentang hal-hal dan kondisi umum yang melatarbelakangi dilaksanakan kegiatan tersebut.
• Hubungan kegiatan tersebut dalam kehidupan sehari-hari(nyata).
• Point-point pembahasan pada pendahuluan ini, mengacu pada komponen S-W-O-T yang telah dibahas sebelumnya.
2. Dasar Pemikiran
• Berisi tentang dasar yang digunakan dalam pelaksanaan, misalnya: Tri Darma Perguruan Tinggi, program kerja pengurus dan lain-lain.
• Jika kegiatan tersebut bukan dari organisasi, maka didasarkan secara umum, misalnya : Peraturan Pemerintah No sekian
3. Tujuan
• Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan tersebut ( umum dan khusus).
• Tentukan juga keluaran ( output ) yang dikehendaki seperti apa
4. Tema
• Tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut
5. Jenis Kegiatan
• Diperlukan untuk menjelaskan rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan jika kegiatannya lebih dari satu.
• Menjelaskan bentuk dari kegiatan tersebut. Misal: berupa Seminar, Pelatihan, penyampain materi secara lisan, Tanya jawab dan simulasi dll.
6. Sasaran/Peserta
• Menjelaskan tentang objek atau siapa yang akan mengikuti kegiatan tersebut ( atau lebih kenal dengan peserta).
7. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
• Tentukan dimana, hari, tanggal, bulan, tahun serta pukul berapa akan dilaksanakan kegiatan tersebut.
8. Anggaran Dana
• Dalam anggaran disini, hanya disebutkan jumlah total pemasukan dan pengeluaran yang diperkirakan oleh panitia, sedangkan rinciannya dibuat dalam lampiran tersendiri.
9. Susunan Panitia
• Dalam halaman atau bagaian susuna panitia, biasanya hanya ditulis posisi yang penting-penting saja, seperti Pelindung Kegiatan, Ketua panitia, Streering Commite dll, sedangkan kepanitian lengkap dicantumkan dalam lampiran.
10. Jadwal Kegiatan
• Dibuat sesuai dengan perencanaan dalam kalender Kegiatan yang telah disusun sebelumnya.
• Atau bisa juga ditulis terlampir, jika jadwalnya banyak.
11. Penutup
• Berisi tentang harapan yang ingin dicapai dan mohon dukungan bagi semua pihak.
• Ditutup dengan lembar pengesahan proposal
• Terakhir, diikuti dengan lampiran.
C. PERBEDAAN ANTARA LAPORAN DENGAN PROPOSA
Sebuah laporan dan porposal yang sangat mirip dalam organisasi. Terdapat perbedaan, namun halus, yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut :
a. Laporan :
1. Ditulis untuk seseorang yang memiliki otoritas (misalnya manajer, bos, direktur, pejabat publik, dll) atau rekan (colleauge, misalnya asosiasi, teman sekelas, dll).
2. Biasanya formal dalam register
3. Penulis menggunakan bahasa yang terkait dengan menyatakan pendapat, daftar alasan, membuat rekomendasi.
4. Tertulis kepada orang yang dapat mengambil tindakan atau mempengaruhi hasil.
5. Mungkin atau mungkin tidak memiliki judul
Tujuan umum laporan ini adalah untuk mengidentifikasi masalah tertentu, menjelaskannya dan merekomendasikan tindakan yang akan mengarah pada solusi.
b. Proposal :
1. Tertulis kepada seseorang yang perlu membuat keputusan biasanya yang melibatkan pengeluaran atau investasi uang (misalnya klien atau pelanggan, komite, seseorang yang bertanggung jawab atas keuangan dalam perusahaan atau organisasi, dll).
2. Biasanya formal dalam register, tetapi juga bisa semi-formal ketika ditujukan kepada komite yang merupakan kolega.
3. Penulis menggunakan bahasa sedemikian rupa sehingga ia persuasif, selain daftar alasan dan membuat saran.
4. Ditulis untuk seseorang yang keputusan langsung akan bermanfaat bagi penulis dalam beberapa cara (penulis misalnya adalah seorang tenaga penjualan) atau kelompok penulis milik (misalnya tim atletik lokal amatir yang membutuhkan dukungan).
5. Mungkin tidak mungkin tidak memiliki judul.
Tujuan umum dari proposal adalah mengidentifikasi kebutuhan tertentu, menjelaskannya dan menyarankan bagaimana kebutuhan ini terbaik dapat dipenuhi.



D. CONTOH PROPOSAL
PANITIA PERINGATAN HUT KEMERDEKAAN RI KE 58
REMAJA LINGKUNGAN RT 03 (SATU NUSA)
(021) 555 555 Jl. Soekarno Hatta Jakarta
_________________________________________________________________________
PROPOSAL
I. Pendahuluan
Kemerdekaan adalah hak segala bangsa, yang perlu kita syukuri dan pertahankan setelah memperolehnya. Kemerdekaan merupakan jembatan emas menuju pembangunan bangsa yang pada akhirnya terwujudnya sebuah masyarakat yang adil dan makmur. Masa depan sebuah bangsa terletak pada pundak para generasi mudanya, untuk itu perlu adanya usaha untuk mewujudkan generasi penerus yang unggul sehingga mampu berperan serta aktif dalam pembangunan. Berdasarkan hal tersebut, maka kami SATU NUSA bermaksud mengadakan suatu kegiatan untuk ikut berpartisipasi aktif dalam pembinaan generasi muda sekaligus untuk memperingati HUT RI ke – 58.
II. Tujuan
A. Bagi Remaja
1. Memperingati HUT Kemerdekaan RI ke – 58
2. Mempererat tali persaudaraan antar warga
3. Membina generasi muda untuk aktif dan kreatif
4. Menggali potensi generasi muda dalam rangka mewujudkan tunas-tunas bangsa yang mandiri dan terampil.
B. Bagi Pihak usaha
1. Ikut berpatisipasi dan memeriahkan acara peringatan HUT Kemerdekaan RI
2. Merupakan sarana promosi usaha kepada masyarakat
3. Merupakan sarana untuk lebih mendekatkan diri kepada masyarakat
III. Nama Kegiatan
Nama kegiatan yang akan kami laksanakan adalah “ GEBYAR TUJUH BELASAN ”
IV. Pelaksanaan Kegiatan
Hari / tanggal : Minggu, 10 Agustus 2003
Waktu : 07.00 – selesai
Tempat : Semanggi
V. Susunan Panitia
Pelindung : Ketua RT 03 RW 01
Penanggung Jawab : Ketua Remaja RT 03 RW 01
Ketua Panitia : Anan
Sekretaris : Budi
Bendahara : Andra
Sie Konsumsi : Fifi dan Tatik
Sie Dekdok :Bela dan Umam
Sie Acara : Ulya dan Syaman
Sie Pendanaan : Buya dan Surya
Pembantu Umum : Adira dan Kunan
VI. Penutup
Demikian proposal ini kami susun agar kegiatan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Ri ke 58 dapat terlaksanan dengan baik dan lancar serta mendapat persetujuan dan dukungan dari semua pihak.
Semanggi, 12 Juni 2003
Ketua Remaja,
Anan
Sekretaris,
Budi
Mengetahui,
Ketua RT
Basari
Ketua RW
Ananto
E. SUMBER PUSTAKA
http://id.shvoong.com/society-and-news/environment/2043788-pengertian-proposal/
http://mystroberi.blogspot.com/2010/10/sistematika-proposal.html
http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://wiki.answers.com/Q/What_is_the_difference_between_a_proposal_and_a_report
http://id.shvoong.com/how-to/writing/2061365-contoh-proposal-kegiatan/

Sabtu, 20 April 2013

Pengertian Data

Nama : Darari Albajilly NPM : 29110373, Kelas : 3KB04
1. Pengertian Data
2. Bagaimana cara mengumpulkan data
3. Menjelaskan apa itu sample & cara mengumpulkan sample
4. Pengertian variable dan macam - macamnya
1. Data adalah catatan atas kumpulan fakta. Data merupakan bentuk jamak dari datum, berasal dari bahasa Latin yang berarti "sesuatu yang diberikan". Dalam penggunaan sehari-hari data berarti suatu pernyataan yang diterima secara apa adanya. Pernyataan ini adalah hasil pengukuran atau pengamatan suatu variabel yang bentuknya dapat berupa angka, kata-kata, atau citra.Dalam keilmuan (ilmiah), fakta dikumpulkan untuk menjadi data. Data kemudian diolah sehingga dapat diutarakan secara jelas dan tepat sehingga dapat dimengerti oleh orang lain yang tidak langsung mengalaminya sendiri, hal ini dinamakan deskripsi. Pemilahan banyak data sesuai dengan persamaan atau perbedaan yang dikandungnya dinamakan klasifikasi.Dalam pokok bahasanManajemen Pengetahuan, data dicirikan sebagai sesuatu yang bersifat mentah dan tidak memiliki konteks. Dia sekedar ada dan tidak memiliki signifikansi makna di luar keberadaannya itu. Dia bisa muncul dalam berbagai bentuk, terlepas dari apakah dia bisa dimanfaatkan atau tidak.
Menurut berbagai sumber lain, data dapat juga didefinisikan sebagai berikut:
• Menurut kamus bahasa inggris-indonesia, data berasal dari kata datum yang berarti fakta
• Dari sudut pandang bisnis, data bisnis adalah deskripsi organisasi tentang sesuatu (resources) dan kejadian (transactions)yang terjadi
• Pengertian yang lain menyebutkan bahwa data adalah deskripsi dari suatu kejadian yang kita hadapi

intinya data itu adalah suatu fakta-fakta tertentu sehingga menghasilkan suatu kesimpulan dalam menarik suatu keputusan

2.  Ada beberapa teknik dalam pengumpulan data yaitu angket, wawancara, observasi, studi komunikasi, dan teknik lainnya.

2.1. Angket
Angket adalah teknik pengumpulan data dengan menyerahkan atau mengirimkan daftar pertanyaan untuk diisi sendiri oleh Responden dan responden itu merupakan orang yang memberikan tanggapan atau jawaban atas pertanyaan – pertanyaan yang diajukan. Untuk dapat menggunakan teknik ini responden harus mempunyai tingkat pendidikan yang memadai untuk dapat membaca dan menuliskan jawabannya.

 Keuntungan Teknik Angket

a. Angket dapat menjangkau sample dalam jumlah besar karena dapat dikirimkan melalui pos.
b. Biaya yang diperlukan untuk membuat angket reltif murah.
c. Angket tidak terlalu mengganggu responden karena pengisiannya ditentukan oleh responden sendiri sesuai dengan kesediaan waktunya.

 Kerugian Teknik Angket

a. Jika angket dikirimkan melalui pos, maka presentase yang dikembalikan relatif rendah.
b. Angket tidak dapat digunakan untuk responden yang kurang bisa membaca dan menulis.
c. Pertanyaan-pertanyaan dalam angket dapat ditafsirkan salah dan tidak ada kesempatan untuk mendapat penjelasan.

Pertanyaan dalam instrumen penelitian dapat dibedakan menjadi dua macam :

a) Pertanyaan Terbuka = pertanyaan yag jawabannya tidak disediakan sehingga responden bebas menulis jawabanya sendiri. Keuntungan pertanyaan terbuka adalah memberikan kebebasan kepada responden untuk memberikan jawaban yag sesuai dengan pandangannya dan kerugiannya adalah sulit mengolahnya karena harus membaca semua jawaban yang diberikan dan kemudian menggolongkan – menggolongkannya

b)Pertanyaan Tertutup = pertanyaan yang jawabanya sudah disediakan sehingga responden hanya tinggal memilih salah satu jawaban yang sudah disediakan dengan memberikan tanda misalnya melingkari huruf didepan jawaban yang dipilih. Keuntungan pertanyaan tertutup adalah mudah mengolahnya dan kerugiannya adalah tidak memberikan kebebasan kepada responden untuk memberikan jawabannya.

Terdapat beberapa pedoman yang harus diperhatikan dalam membuat pertanyaan-pertanyaan atau pernyataan-pernyataan untuk instrument penelitian. Pedoman tersebut adalah sebagai berikut (Rubin&Barbbie,1989) :
a. Pertanyaan atau pernyataan yang dibuat harus jelas dan tidak meragukan.
b. Hindari pertanyaan dan pernyataan berganda.
c. Responden harus mampu menjawab.
d. Pertanyaan atau pernyataan harus relevan.
e. Pertanyaan atau pernyataan yang pendek adalah yang terbaik.
f. Hindari pertanyaan atau pernyataan yang istilahnya bias atau mengajukan pertanyaan yang sugestif.

2.2. Wawancara

Wawancara (interview) adalah pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan – pertanyaan secara langsung oleh pewawancara kepada responden, dan jawaban – jawaban responden dicatat atau direkam dengan alat perekam . Teknik wawancara dapat digunakan pada responden yang buta huruf atau tidak terbiasa membaca dan menulis, termasuk anak-anak.

 Keuntungan Wawancara

a. Wawancara dapat digunakan pada responden yang tidak bisa membaca dan menulis.
b. Jika ada pertanyaan yang belum dipahami, pewawancara dapat segera menjelaskannya
c. Wawancara dapat mengecek kebenaran jawaban responden dengan mengajukan pertanyaan pembanding, melihat gerak – gerik responden, wawancara melalui telepon

 Kerugian Wawancara

a. Wawancara memrelukan biaya yang sangat besar untuk perjalanan dan uang harian pengumpul data
b. Wawancara hanya dapat menjangkau jumlah responden yang lebih kecil
c. Kehadiran pewawancara mungkin menggangu responden

Daftar pertanyaan untuk wawancara disebut Interview Schedule , Catatan garis besar
tentang pokok – pokok yang akan ditanyakan disebut pedoman wawancara

Beberapa hal yang perlu diperhatikan utuk mendapatkan penerimaan dan kerja sama yang baik dari responden, yaitu :
a. Penampilan Fisik
b. Sikap bdan tingkah laku pewancara
c. Indentitas pewancara
d. Persiapan dalam mewancarai nara sumber

2.3. Observasi
Observasi dalam artian sempit adalah pengamatan dengan menggunakan indera penglihatan yang berarti tidak mengajukan pertanyaan-pertanyaan.

Keuntungan observasi :
a. Data yang diperoleh adalah data yang segar dalam arti data yang dikumpulkan, diperoleh dari subjek pada saat terjadinya tingkah laku.
b. Keabsahan alat ukur dapat diketahui secara langsung.

Kerugian Observasi :
a. Untuk memperoleh data yang diharapkan, maka pengamat harus menunggu dan mengamati sampai tingkah laku yang diharapkan terjadi.
b. Beberapa tingkah laku, seperti tingkah laku kriminal atau yang bersifat pribadi, sukar atau tidak mungkin diamati bahkan bisa membahayakan jika diamati.

Berdasarkan keterlibatan pengamatan dalam kegiatan-kegiatan orang yang diamati, obervasi dibedakan menjadi :
a. Observasi partisipan
b. Observasi tak partisipan

Berdasarkan cara pengamatan yang dilakukan, obervasi juga dibedakan menjadi 2 bagian yaitu :
a. Observasi tak berstruktu
b. Observasi berstruktur

2.4. Studi Dokumentasi

Studi Dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data yang tidak langsung ditujukan kepada subjek penelitian. Dokumen yang diteliti dapat berupa berbagai macam , tidak hanya dokumen resmi.

Dokumen dapat dibedakan antara 2 yaitu : dokumen primer dan sekunder. Dokumen primer merupakan dokumen yang ditulis oleh orang yang langsung mengalami suatu peristiwa (contoh: otobiografi). Dan dokumen sekunder merupakan dokumen yang ditulis orang lain yang selanjutnya ditulis oleh orang ini (contoh: biografi)

Keuntungan studi dokumentasi:
1. Untuk subjek penelitian yang sukar atau tidak dapat dijangkau
2. Takreatif, data yang diperlukan tidak terpengaruh oleh kehadiran peneliti atau pengumpul data
3. Analisis longitudinal, Khusus yang menjangkau masa lalu
4. Besar sampel, Biaya yang diperlukan relatif kecil

Kerugian studi dokumentasi:
1. Bias, Karena data yang dibuat tidak untuk penelitian maka data yang tersedia mungkin bias
2. Tersedia secara selektif, Catatan orang-orang ternama mungkin disimpan dengan baik, tetapi catatan tentang orang biasa tidak selalu ada, bahkan tidak ada
3. Tidak lengkap, Data yang diperlukan tidak tercatat pada penulisan dokumen
4. Format yang tidak baku

Sejalan dengan maksud dantujuan penulisan dokumen yang berbeda-beda maka format juga dapat bermacam-macam sehingga mempersulit pengumpulan data

3. Sampel merupakan bagian dari populasi yang ingin diteliti; dipandang sebagai suatupendugaan terhadap populasi, namun bukan populasi itu sendiri. Sampel dianggap sebagai perwakilan dari populasi yang hasilnya mewakili keseluruhan gejala yang diamati. Ukurandan keragaman sampel menjadi penentu baik tidaknya sampel yang diambil. Terdapat dua cara pengambilan sampel, yaitu secara acak (random)/probabilita dan tidak acak (non-random)/non-probabilita.

Cara mengumpulkan sample dengan tekhnik :

1)  Teknik sampling secara probabilitas
Teknik sampling probabilitas atau random sampling merupakan teknik sampling yang dilakukan dengan memberikan peluang atau kesempatan kepada seluruh anggota populasi untuk menjadi  sampel. Dengan demikian sampel yang diperoleh diharapkan merupakan sampel yang representatif.

Teknik sampling semacam ini dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut.

a) Teknik sampling secara rambang sederhana atau random sampling. Cara paling populer yang dipakai dalam proses penarikan sampel rambang sederhana adalah  dengan undian.

b) Teknik sampling secara sistematis (systematic sampling). Prosedur ini berupa penarikan sample dengan cara mengambil setiap kasus (nomor urut) yang kesekian dari daftar populasi.

c) Teknik sampling secara rambang proporsional (proporsional random sampling). Jika populasi terdiri dari subpopulasi-subpopulasi maka sample penelitian diambil dari setiap subpopulasi. Adapun cara peng-ambilannya  dapat dilakukan secara undian maupun sistematis.

d) Teknik sampling secara rambang bertingkat. Bila subpoplulasi-subpopulasi sifatnya bertingkat, cara pengambilan sampel sama seperti pada teknik sampling secara proportional.

e) Teknik sampling secara kluster (cluster sampling) Ada kalanya peneliti tidak tahu persis karakteristik populasi  yang ingin dijadikan subjek penelitian karena populasi tersebar di wilayah yang amat luas. Untuk itu peneliti hanya dapat menentukan sampel wilayah, berupa kelompok klaster yang ditentukan secara bertahap. Teknik pengambilan sample semacam ini disebut cluster sampling atau multi-stage sampling.

2) Teknik sampling secara nonprobabilitas.
Teknik sampling nonprobabilitas adalah teknik pengambilan sample yang ditemukan atau ditentukan sendiri oleh peneliti atau menurut pertimbangan pakar. Beberapa jenis atau cara penarikan sampel secara nonprobabilitas adalah sebagai berikut.

a) Purposive sampling   atau  judgmental sampling  Penarikan sampel secara purposif merupakan cara penarikan sample yang dilakukan memiih subjek berdasarkan kriteria spesifik yang dietapkan peneliti. 


b) Snow-ball sampling (penarikan sample secara bola salju).
Penarikan sample pola ini dilakukan dengan menentukan sample pertama. Sampel berikutnya ditentukan berdasarkan informasi dari sample pertama, sample ketiga ditentukan berdasarkan informasi dari sample kedua, dan seterusnya sehingga jumlah sample semakin besar, seolah-olah terjadi efek bola salju. 

c) Quota sampling (penarikan sample secara jatah). Teknik sampling ini dilakukan dengan atas dasar jumlah atau jatah yang telah ditentukan. Biasanya yang dijadikan sample penelitian adalah subjek yang mudah ditemui sehingga memudahkan pula proses pengumpulan data.

d) Accidental sampling  atau convenience sampling Dalam penelitian bisa saja terjadi diperolehnya sampel yang tidak direncanakan terlebih dahulu, melainkan secara kebetulan, yaitu unit atau subjek tersedia bagi peneliti saat pengumpulan data dilakukan. Proses diperolehnya sampel semacam ini disebut sebagai penarikan sampel secara kebetulan.
4. Variabel adalah suatu besaran yang dapat diubah atau berubah sehingga mempengaruhi peristiwa atau hasil penelitian. Dengan menggunakan variabel, kita akan mmeperoleh lebih mudah memahami permasalahan. Hal ini dikarenakan kita seolah-olah seudah mendapatkan jawabannya. Biasanya bentuk soal yang menggunakan teknik ini adalah soal counting (menghitung) atau menentuakan suatu bilangan. Dalam penelitian sains, variable adalah bagian penting yang tidak bisa dihilangkan. 
Berikut ini adalah pengertian dan definisi variabel:
# SUTRISNO HADI
Variabel adalah objek penelitian yang bervariasi, misalnya jenis kelamin karena jenis kelamin mempunyai variasi laki-laki dan perempuan
# FREDDY RANGKUTI
Variabel adalah konsep yang emmpunyai variasi nilai, maka nilai variabel dapat dibedakan menjadi empat tingkatan skala, yaitu: nominal, ordinal, internal, dan rasio
# ANONIM
Variabel adalah pengenal yang digunakan untuk menyimpan suatu nilia sementara pada memori
# TIA MUTIARA
Variabel adala sesuatu yang menjadi pusat atau fokus perhatian, yang memberikan pengaruh dan memiliki nilai sehingga dapat berubah. Variabel dapat disebut juga peubah. Variabel merupakan objek penelitian yang dapat menentukan hasil penelitian
# BAGJA WALUYA
Variabel merupakan konsep yang tidak pernah ketinggalan dalam setiap penelitian. Variabel didefinisikan sebagai gejala yang bervariasi
# SUGIARTO
Variabel adalah karakter yang akan diobservasi dari unit amatan yang merupakan suatu atribut dari sekelompok objek dengan ciri adanya variasi antara satu objek dengan objek yang lain dalam kelompok tertentu
# ROBBINS PEARSON
Variabel adalah semua karakteristik umum yang dapat diukur dan dapat berubah dalam keluasan, intensitas, atau keduanya.
# EDDY SOERYANTO SOEGOTO
Variabel merupakan objek penting dalam riset pemasaran karena tanpa kehadiran variabel maka riset tidak dapat terlaksana.
# ANONIM
Variable merupakan sarana untuk memperoleh pemahaman tergadap masalah yang sedang diteliti secara benar. Dengan emnggunakan variable-variable tertentu, peneliti menguji benar atau tidaknya asumsi dan rumusan masalah yang sebelumnya sudah dibuat
Macam-macam Variabel
 
1.    Variabel Kuantitatif.
a.    Variabel diskrit ( nominal,kategorik) yaitu variabael 2 kutub berlawanan. Contoh:
1) Kehadiran : hadir, tidak hadir
2) Jenis kelamin : laki-laki, perempuan.
b.    Variabel kontinum
1)    Variabel  Ordinal : variabel tingkatan. Contoh: Satria terpandai, Raka pandai, Yudit tidak pandai.
2)    Variabel Interval: variabel jarak. Contoh: jarak rumah Anto kesekolah 10 km,
sedangkan Yuli 5 km maka vr intervalnya adalah 5 km.
3)    Variabel Ratio: variabel perbandingan (sekian kali). Contoh: berat badan Heri 80 kg, sedangkan berat badan Upi 40 kg, maka berat badan Heri 2 kali lipat Upi.

2.    Variabel Kualitatif adalah variabel yang menunjukkan suatu intensitas yang sulit diukur dengan angka. Contoh : kedisiplinan, kemakmuran dan kepandaian.

3.    Variabel Independen (Pengaruh, Bebas, Stimulus, Prediktor).
Merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat).

4.    Variabel Dependen (Dipengaruhi, Terikat, Output, Kriteria, Konsekuen).
Merupakan variabel yang dipengaruhi atau akibat, karena adanya variabel bebas.
Contoh: Pengaruh Iklan Terhadap Motivasi Pembelian. Iklan = Variabel Independen Motivasi Pembelian = Variabel Dependen.

5.    Variabel Moderator.
Merupakan variabel yang mepengaruhi (memperkuat atau memperlemah) hubungan
antara variabel independen dengan dependen. Variabel ini sering disebut sebagai
variabel independen kedua. Contoh: Anak adalah variabel yang memperkuat hubungan suami isteri. Pihak ketiga adalah variabel yang memperlemah hubungan suami isteri.

6.    Variabel Intervening (Antara).
Merupakan variabel yang menghubungkan antara variabel independen dengan variabel dependen yang dapat memperkuat atau memperlemah hubungan namun tidak dapat diamati atau diukur. Contoh: Hubungan antara Kualitas Pelayanan (Independent) dengan Kepuasan Konsumen (Intervening) dan Loyalitas (Dependen).

7.    Variabel Kontrol.
Merupakan variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga pengaruh variabel independen terhadap dependen tidak dipengaruhi oleh faktor luar yang tidak diteliti.
Contoh: Apakah ada perbedaan antara tenaga penjual (sales force) yang lulus D3 dan S1 maka harus ditetapkan variable control berupa gaji yang sama, peralatan yang sama, iklim kerja yang sama, dan lain-lain. Tanpa adanya variabel kontrol maka sulit ditemukan apakah perbedaan penampilan karyawan karena faktor pendidikan.
sumber : 

Kamis, 18 April 2013

Hipotesis


Postingan kali ini mengenai tugas saya yang ke – 5, yaitu tentang  “HIPOTESIS” ( secara menyeluruh ).

    -    Pengertian
    -    Cara perumusan hipotesis yang baik
    -   Ciri – ciri hipotesis
    -   Macam – macam hipotesis

 Terlebih dulu saya akan membahas apa pengertian dari hipotesis itu sendiri…

  A.  Pengertian Hipotesis
   Menurut pendapat dari para ahli :           
  1. Trealese (1960) memberikan definisi hipotesis sebagai suatu keterangan semnatara dari suatu fakta yang dapat diamati.
  2. Good dan scates (1954) menyatakan bahwa hipotesis adalah sebuah taksiran atau referensi yang dirumuskan serta diterima untuk sementara yang dapat menerangkan fakta-fakta yang diamati ataupun kondisi-kondisi yang diamati dan digunakan sebagai petunjuk untuk langkah-langkah selanjutnya
  3. Kerlinger (1973) menyatakan hipotesis adalah pernyataan yang bersifat terkaan dari hubungan antara dua atau lebih variable.Dari arti katanya, hipotesis memang dari dua penggalan. Kata "HYPO" yang artinya "DI BAWAH" dan "THESA" yang artinya "KEBENARAN" jadi hipotesis yang kemudian cara menulisnya disesuaikan dengan ejaan bahasa Indonesia menjadi hipotesa, dan berkembang menjadi hipotesis.
   B. Merumuskan Hipotesis
Dalam menggali hipotesis, peneliti harus :
  1. Mempunyai banyak informasi tentang masalah yang ingin dipecahkan dengan jalan banyak membaca literatur-literatur yang ada hubungannya dengan penelitian yang sedang dilaksanakan.
  2. Mempunyai kemampuan untuk memeriksa keterangan tentang tempat-tempat, objek-objek serta hal-hal yang berhubungan satu sama lain dalam fenomena yang sedang diselidiki.
  3. Mempunyai kemampuan untuk menghubungkan suatu keadaan dengan keadaan lainnya yang sesuaia dengan kerangka teori ilmu dan bidang yang bersangkutan.
Good dan scates memberikan beberapa sumber untuk menggali hipotesis :

     1. Ilmu pengetahuan dan pengertian yang mendalam tentang ilmu

     2. Wawasan serta pengertian yang mendalam tentang suatu wawasan

     3. Imajinasi dan angan-angan

     4. Materi bacaan dan literatur

     5. Pengetahuan kebiasaan atau kegiatan dalam daerah yang sedang diselidiki.

     6. Data yang tersedia

     7. kesamaan.

Sebagai kesimpulan , maka beberapa petunjuk dalam merumuskan hipotesis dapat diberikan sebagai berikut :

     1. Hipotesis harus dirumuskan secara jelas dan padat serta spesifik

     2. Hipotesis sebaiknya dinyatakan dalam kalimat deklaraif dan berbentuk pernyataan.

    3. Hipotesis sebaiknya menyatakan hubungan antara dua atau lebih variabel yang dapat diukur.

     4. Hendaknya dapat diuji

     5. Hipotesis sebaiknya mempunyai kerangka teori.

Merumuskan hipotesis bukanlah hal yg mudah, disebabkan karena :
  • Tidak adanya kerangka teori atau tidak ada ilmu pengetahuan tentang masalah yang akan dibahas.
  • Kurangnya kemampuan untuk menggunakan kerangka teori yang ada.
  • Gagal mengetahui teknik-teknik penelitian yang ada.

C. Ciri-ciri Hipotesis

1. Hipotesis harus mempunyai daya penjelas

2. Hipotesis harus menyatakan hubungan yang diharapkan ada di antara variabel-variabel.

3. Hipotesis harus dapat diuji

4. Hipotesis hendaknya konsistesis dengan pengetahuan yang sudah ada.

5. Hipotesis hendaknya dinyatakan sesederhana dan seringkas mungkin.

   D. Macam – Macam Hipotesis

Ada dua jenis hipotesis yang digunakan dalam penelitian antara lain :

   1. Hipotesis kerja atau alternatif ,disingkat Ha, hipotesis kerja menyatakan adanya hubungan antara variabel X dan Y, atau adanya perbedaan antara dua kelompok.

Rumusan hipotesis kerja

a) Jika... Maka...

b) Ada perbedaan antara... Dan... Dalam...

c) Ada pengaruh... Terhadap...


    2. Hipotesis nol (null hypotheses) disingkat Ho.

Hipotesis ini menyatakan tidak ada perbedaan antara dua variabel, atau tidak adanya pengaruh variabel X terhadap variabel Y

Rumusannya:

a) Tidak ada perbedaan antara... Dengan... Dalam...

b) Tidak ada pengaruh... terhadap...

Mungkin itu saja mengenai pembahasan mengenai “HIPOTESIS”. Jika ada yang kurang dari penyampaian pada postingan ini, saya mohon maaf. Dan pembaca dapat memberikan saran mengenai postingan kali ini.

Minggu, 07 April 2013

Apa itu pengertian metode ilmiah


Pengertian Metode Ilmiah
Metode ilmiah  atau proses ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut kemudian diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, maka hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah.
Penelitian ilmiah berfokus pada metode yang kokoh untuk mengidentifikasi permasalahan, mengumpulkan data, menganalisis data dan menarik kesimpulan yang valid. Penelitian ilmiah bersifat lebih obyektif karena tidak berdasarkan pada perasaan, pengalaman dan intuisi peneliti semata yang bersifat subyektif. Penelitian iliah melibatkan theory construction dan theory verification.konstruksi teori yang akan digunakan untuk mengembangkan suatu hipotesis yang relevan dengan struktur teorinya. Selanjutnya dengan menggunakan fakta, maka hipotesis tersebut diuji secara empiris.
Karakterisasi
Metode ilmiah bergantung pada karakterisasi yang cermat atas subjek investigasi. Dalam proses karakterisasi, ilmuwan mengidentifikasi sifat-sifat utama yang relevan yang dimiliki oleh subjek yang diteliti. Selain itu, proses ini juga dapat melibatkan proses penentuan (definisi) dan pengamatan-pengamatan yang dimaksud seringkali memerlukan pengukuran dan perhitungan yang cermat. Proses pengukuran dapat dilakukan terhadap objek yang tidak dapat diakses atau dimanipulasi seperti bintang atau populasi manusia. Hasil pengukuran secara ilmiah biasanya ditabulasikan dalam table. Digambarkan dalam bentuk grafik atau dipetakan dan diproses dengan penghitungan statistika seperti korelasi dan regresi.
Umumnya terdapat empat karakteristik penelitian ilmiah :
1.    Sistematik
Berarti suatu penelitian harus disusun dan dilaksanakan secara berurutan sesuai pola dan kaidah yang benar, dari yang mudah dan sederhana sampai yang kompleks.
2.    Logis
Suatu penelitian dikatakan benar bila dapat diterima akal dan berdasarkan fakta empirik. Pencarian kebenaran harus berlangsung menurut prosedur atau kaidah bekerjanya akal yaitu logika. Prosedur penalaran yang dipakai bias dengan prosedur induktif yaitu cara berpikir untuk menarik kesimpulan umum dari berbagai kasus individual (khusus), atau prosedur deduktif yaitu cara berpikir untuk menarik kesimpulan yang bersifat khusus dari pernyataan yang bersifat umum.
3.    Empirik
Artinya suatu penelitian yang didasarkan pada pengalaman sehari-hari, yang ditemukan atau melalui hasil coba-coba yang kemudian diangkat sebagai hasil penelitian. Landasan empirik ada tiga yaitu :
a)    Hal-hal empirik selalu memiliki persamaan dan perbedaan (ada penggolongan atau perbandingan satu sama lain).
b)    Hal-hal empirik selalu berubah-ubah sesuai dengan waktu.
c)    Hal-hal empirik tidak bisa secara kebetulan,melainkan ada penyebabnya.
4.    Replikatif
Artinya suatu penelitian yang pernah dilakukan harus di uji kembali oleh peneliti lain dan harus memberikan hasil yang sama bila dilakukan dengan metode, kriteria, dan kondisi yang sama. Agar bersifat replikatif, penyusunan definisi operasional variable menjadi langkah penting bagi seorang peneliti.
Langkah-Langkah metode ilmiah
Langkah-langkah yang terdapat pada metode ilmiah antara lain:
  1. Memilih dan mendefinisikan masalah
  2. Survey terhadap data yang tersedia
  3. Memformulasikan hipotesa
  4. Membangun kerangka analisa serta alat-alat dalam menguji hipotesa
  5. Mengumpulkan data primer
  6. Mengolah, menganalisa serta membuat interpretasi
  7. Membuat generalisasi dan kesimpulan
  8. Membuat laporan
Pelaksanaan metode ini meliputi enam tahap, yaitu :
  1. Merumuskan masalah.
  2. Mengumpulkan keterangan, yaitu segala informasi yang mengarah dan dekat pada pemecahan masalah. Sering juga disebut mengkaji teori atau kajian pustaka.
  3. Menyusun hipotesis yang merupakan kesimpulan sementara yang berdasarkan data atau keterangan yang diperoleh selama observasi atau telaah pustaka.
  4. Menguji hipotesis dengan melakukan percobaan atau penelitian.
  5. Mengolah data (hasil) percobaan dengan menggunakan metode statistic untuk menghasilkan kesimpulan. Hasil penelitian dengan metode ini adalah data yang objektif, tidk dipengaruhi subyektifitas ilmuwan peneliti dan universal.
  6. Menguji kesimpulan untuk meyakinkan kebenaran hipotesis melalui hasil percobaan dan perlu juga dilakukan uji ulang. Apabila hasil uji mendukung hipotesis, maka hipotesis itu bias menjadi kaidah (hukum) dan bahkan menjadi teori.
http://charensha.wordpress.com/2011/02/23/pengertian-metode-ilmiah/
http://id.wikipedia.org/wiki/Metode_ilmiah#Karakterisasi
http://ami26chan.wordpress.com/2011/03/31/pengertian-metode-ilmiah/